Rabu, 24 Februari 2016

Lilin Pun Tak Sempurna

Ketika teman serta rekan saya mendiskusikan suatu benda yang layak dijadikan panutan, maka akhirnya mereka sepakat untuk berkata lilin. Mereka berpendapat demikian dikarenakan lilin yang menerangi kegelapan di sekitarnya dan demi meneranginya, dia melelehkan tubuhnya. Tapi saya berpikir lebih dalam lagi tentang lilin. Kemudian, saya mendapat kejanggalan terhadap apa yang lilin lakukan. Dia memang membantu sekitarnya dengan cara melelehkan tubuhnya yang dengan itu dapat membuat cahaya, sangat seperti pahlawan.Tapi dengan melelehkan tubuhnya, lama-kelamaan dia akan menghancurkan dirinya, dan cahaya itu pun padam. Lantas siapa lagi yang akan menerangi lagi bila mana dia sudah hancur? Begitulah sesuai pahlawan yang bodoh. Memang pahlawan yang rela mengorbankan dirinya untuk hal yang dilindunginya sangatlah hal yang spesial. Tapi bila ia mengorbankan dirinya sebelum ia mempunyai penerusnya, siapa lagi yang akan melindungi hal yang dilindunginya? Bahkan pengorbanannya hanyalah sia-sia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar